Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA KONI KALTIM

Kaltim Finish Runner-up Kejurnas Junior Angkat Besi 2026, Semua Lifter Sumbang Medali

Kompak.id, Samarinda – Kontingen angkat besi Kalimantan Timur menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Angkat Besi 2026 di Semarang, Jawa Tengah, 20–25 Juli. Tim berjuluk Benua Etam itu sukses mengakhiri kejuaraan sebagai peringkat kedua nasional, hanya berada di bawah Jawa Barat pada klasemen akhir.

Kejurnas Junior 2026 merupakan ajang pembinaan atlet muda yang digelar Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia. Kejuaraan tersebut diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi sebagai bagian dari regenerasi menuju level elite nasional.

Sebanyak enam lifter muda Kalimantan Timur diturunkan pada berbagai kelas pertandingan dan seluruhnya berhasil menyumbangkan medali. Mereka yakni Tria Valentine (49 kilogram putri/PPU), Sherin Alvionita (53 kilogram putri/Samarinda), Theodore Angelo (55 kilogram putra/Kabupaten Paser), Nathanael Febrian (Samarinda), Aulia Putri N (57+ kilogram putri/Samarinda), dan Nabilla Aprillia (67+ kilogram putri/Kutai Kartanegara).

Sherin Alvionita menjadi salah satu penyumbang medali emas setelah meraih satu emas dan dua perak di kelas 53 kilogram putri. Sementara Aulia Putri N tampil gemilang dengan torehan dua emas dan tiga perak pada kelas 57+ kilogram putri.

Tambahan medali emas juga dipersembahkan Nabilla Aprillia yang menjadi terbaik di kelas 67+ kilogram putri. Di sektor putra, Theodore Angelo sukses mengoleksi tiga medali perak pada kelas 55 kilogram, sedangkan Nathanael Febrian turut menyumbangkan tiga medali perak.

Tria Valentine melengkapi raihan Kaltim dengan satu medali perak dan dua perunggu pada kelas 49 kilogram putri. Hasil tersebut memastikan seluruh atlet yang diberangkatkan mampu menyumbangkan medali bagi kontingen Kalimantan Timur.

Pelatih Angkat Besi Kalimantan Timur, Rendy R. Ary, mengaku bangga atas pencapaian para atlet yang tetap mampu bersaing di tingkat nasional meski menghadapi keterbatasan anggaran.

“Kami bangga dengan perjuangan mereka. Walaupun anggaran terbatas, kami tetap memberangkatkan atlet semampu Pengprov. Alhamdulillah hasilnya sangat membanggakan. Insya Allah kami akan terus berjuang dan mempersiapkan atlet-atlet ini untuk menghadapi PON 2028,” ujar Rendy.

Menurutnya, capaian sebagai runner-up nasional menjadi modal berharga dalam proses pembinaan atlet muda Kalimantan Timur. Ia berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar angkat besi Kaltim mampu memberikan kontribusi lebih besar pada ajang nasional maupun internasional, termasuk dalam persiapan menuju PON 2028. (Ain)

Related posts