Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA UMUM

PWI Kaltim Perkuat Rekrutmen dan Pemahaman Ideologi Organisasi bagi Calon Anggota

Kompak.id, Samarinda – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur terus memperkuat kualitas organisasi melalui agenda Orientasi & Rekrutmen Calon Anggota dengan tema “Ideologi PWI”, agenda berbentuk diskusi yang digelar di Kantor PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda Kota ini menjadi langkah awal untuk membekali calon anggota dan anggota baru dengan pemahaman mengenai nilai-nilai organisasi, kode etik jurnalistik, serta mekanisme keanggotaan PWI.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan orientasi tersebut merupakan bagian dari komitmen PWI Kaltim dalam membangun organisasi yang semakin terbuka, profesional, dan mampu melahirkan wartawan yang berintegritas. Menurutnya, setiap anggota perlu memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia.

“Hari ini kami mulai membangun budaya organisasi yang lebih inklusif. Setiap anggota tidak hanya memahami hak yang dimiliki, tetapi juga kewajiban dalam menjaga marwah organisasi dan profesi wartawan. PWI harus menjadi rumah bersama yang terbuka bagi wartawan yang ingin berkembang secara profesional,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, kepengurusan PWI Kaltim saat ini memiliki tiga program prioritas, yakni membangun organisasi yang lebih inklusif, meningkatkan kompetensi wartawan, serta mendorong lahirnya wartawan spesialis sesuai bidang peliputan masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas karya jurnalistik di Kalimantan Timur.

“Ke depan kami ingin wartawan tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga memiliki keahlian khusus di bidang tertentu sehingga kualitas karya jurnalistik semakin meningkat. Karena itu proses pembinaan akan terus diperkuat melalui berbagai pelatihan dan orientasi seperti ini,” katanya.

Abdurrahman menambahkan, proses penerimaan anggota kini dilakukan secara lebih terbuka sehingga wartawan yang memenuhi persyaratan dapat mendaftarkan diri kapan saja sesuai mekanisme organisasi. Namun, keterbukaan itu harus diimbangi dengan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar dan etika profesi.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi wartawan yang ingin menjadi bagian dari PWI. Namun, mereka juga harus memahami nilai, aturan, dan etika profesi yang menjadi fondasi organisasi,” tegasnya.

Dalam orientasi tersebut, Anggota Dewan Kehormatan PWI Kaltim, Intoniswan, menyampaikan materi mengenai kode etik dan nilai-nilai dasar profesi wartawan. Ia menegaskan bahwa Kode Etik Jurnalistik bukan sekadar aturan tertulis, melainkan pedoman moral yang harus menjadi pegangan setiap insan pers.

“Kode etik bukan sekadar aturan tertulis, tetapi menjadi kompas moral bagi wartawan. Dengan memegang teguh kode etik, wartawan akan mampu menjaga independensi, integritas, serta kepercayaan masyarakat terhadap produk jurnalistik yang dihasilkan,” jelasnya.

Materi mengenai implementasi Kode Etik Jurnalistik kemudian diperdalam oleh Anggota Dewan Kehormatan PWI Kaltim, Endro S. Efendi. Ia memaparkan berbagai contoh persoalan yang kerap dihadapi wartawan di lapangan serta pentingnya memahami setiap ketentuan dalam kode etik agar tidak terjadi pelanggaran saat menjalankan tugas jurnalistik.

“Banyak persoalan jurnalistik yang sebenarnya bisa diselesaikan apabila wartawan memahami dan menerapkan Kode Etik Jurnalistik secara benar. Karena itu pemahaman terhadap setiap pasal sangat penting agar tidak menimbulkan pelanggaran dalam praktik peliputan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Kaltim, Wiwid Mahendra, menjelaskan secara rinci mekanisme keanggotaan PWI, mulai dari persyaratan administrasi, tahapan orientasi, hingga hak dan kewajiban setiap anggota. Menurutnya, menjadi anggota PWI bukan hanya memiliki kartu anggota, tetapi juga komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga kehormatan profesi wartawan.

“Keanggotaan PWI bukan hanya sebatas memiliki kartu anggota, tetapi juga komitmen untuk menaati aturan organisasi, meningkatkan kompetensi, dan menjaga nama baik profesi. Melalui orientasi ini kami ingin seluruh calon anggota memahami proses tersebut sejak awal,” pungkasnya.

Related posts