Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
PENDIDIKAN SEPUTAR KALTIM

Melangkah ke Panggung Global, 30 Siswa SMAN 10 Samarinda Kantongi 87 LoA dari Kampus Dunia

Kompak.id, Samarinda – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Negeri 10 Samarinda. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 30 siswa berhasil mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi luar negeri. Tak tanggung-tanggung, total LoA yang diraih mencapai 87, menandakan tingginya daya saing pelajar daerah di tingkat global.

Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.

“Ini adalah buah dari kerja keras anak-anak kami yang luar biasa, didukung oleh orang tua serta dedikasi para guru. Kami hanya memfasilitasi, tetapi semangat belajar dan keberanian mereka untuk bermimpi besar adalah kunci utama,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia menambahkan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan indikator kesiapan siswa dalam menghadapi persaingan global.

“Pendampingan yang diberikan sekolah dirancang secara menyeluruh, mulai dari pelatihan bahasa asing, penulisan esai, hingga penguatan profil akademik dan karakter,” papar Ni Made.

Sejalan dengan itu, kualitas pendidikan di SMAN 10 Samarinda memang terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sekolah yang tergabung dalam program Sekolah Garuda Transformasi ini aktif mengembangkan kurikulum berbasis global guna mempersiapkan siswa bersaing di tingkat internasional.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 10 Samarinda, Tasrin Solihin, turut menegaskan bahwa capaian puluhan LoA ini merupakan hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

“Prosesnya tidak instan. Proses pendampingan dilakukan sejak awal, mulai dari pemetaan minat siswa, persiapan dokumen, hingga simulasi wawancara. Bahkan beberapa siswa bisa mendapatkan lebih dari satu LoA karena strategi pendaftarannya memang disiapkan dengan matang,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa tingginya jumlah LoA menunjukkan meningkatnya kepercayaan perguruan tinggi luar negeri terhadap kualitas lulusan SMAN 10 Samarinda.

“Ini menjadi sinyal positif bahwa siswa-siswa dari daerah, khususnya Samarinda, mampu bersaing secara global. Ke depan, kami ingin capaian ini terus meningkat, baik dari sisi jumlah maupun kualitas universitas tujuan,” tambahnya.

Tasrin berujar Perguruan tinggi tujuan para siswa tersebar di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Belanda, hingga Selandia Baru. Program studi yang dipilih pun beragam, mulai dari sains, teknik, kesehatan hingga ilmu sosial, mencerminkan minat dan kesiapan siswa dalam menjawab kebutuhan global.

Lebih jauh, kata Tasrin sejumlah kampus bergengsi dunia yang menerima siswa SMAN 10 Samarinda di antaranya adalah University of Toronto, Monash University, University of Utah, serta Wageningen University.

“Hal ini menegaskan bahwa para siswa tidak hanya memenuhi standar akademik internasional, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui oleh institusi pendidikan kelas dunia,” jelasnya.

Di sisi lain, capaian ini turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Dukungan dalam bentuk beasiswa, kemitraan pendidikan, serta akses informasi dinilai penting untuk terus diperkuat guna mendorong lebih banyak siswa berprestasi melanjutkan studi ke luar negeri.

Tasrin menjelaskan hingga saat ini, data penerima LoA masih terus berkembang dan berpotensi bertambah. Para siswa menunjukkan minat kuat pada bidang-bidang strategis seperti data science, engineering, environmental science, hingga kesehatan, sektor yang menjadi kebutuhan utama di tingkat global.

Ke depan, capaian ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi momentum bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, peluang generasi muda Kalimantan Timur untuk berkiprah di tingkat internasional semakin terbuka lebar, membawa nama daerah dan Indonesia ke panggung global melalui jalur pendidikan,” tutup Tasrin. (Ain)

Related posts