Kompak.id, Samarinda – Citra negatif yang sempat melekat pada BUMD migas di Kalimantan Timur perlahan mulai berubah seiring dengan reformasi tata kelola yang dijalankan PT MMP Kaltim.
Direktur Utama MMP Kaltim, Edy Kurniawan, mengakui bahwa masa lalu perusahaan tidak lepas dari persoalan hukum dan lemahnya sistem pengawasan. Namun kondisi itu kini menjadi pelajaran penting.
“Kami tidak menutup mata dengan masa lalu. Justru dari situ kami belajar untuk membangun sistem yang lebih kuat dan bersih,” ujar Edy, Selasa (9/9/2025).
Ia menyebut sejak 2020, MMP Kaltim mulai menerapkan standar internasional, termasuk ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001, untuk memastikan mutu, keselamatan, dan perlindungan lingkungan.
Saat ini, perusahaan juga sedang menyiapkan ISO 37001 tentang sistem manajemen anti-penyuapan dan anti-fraud.
Menurut Edy, langkah ini penting karena BUMD merupakan objek pemeriksaan berbagai lembaga negara, sehingga transparansi dan kepatuhan menjadi keharusan.
“Kami ingin MMP Kaltim menjadi contoh BUMD yang bersih dan profesional,” katanya.
Reformasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis perusahaan ke depan.
