Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA

Porwanas 2027 Terancam Tanpa Kaltim, Pembinaan Atlet Wartawan Dipertaruhkan

Dok- Atlet Wartawan Kaltim Porwanas 2024

Kompak.id, Samarinda – Ambisi atlet wartawan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung terancam kandas. Bukan karena minim prestasi, melainkan ketidakpastian anggaran keberangkatan di tengah tekanan fiskal daerah.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim kini masih memperjuangkan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim agar kontingen Benua Etam dapat berpartisipasi dalam ajang olahraga wartawan tingkat nasional tersebut. Namun, hingga kini, belum ada kepastian apakah anggaran yang dibutuhkan akan mendapat dukungan pemerintah daerah.

Situasi ini menempatkan keberlanjutan pembinaan atlet wartawan Kaltim dalam posisi dilematis. Di satu sisi, pembinaan telah dilakukan secara konsisten dan mulai membuahkan prestasi. Di sisi lain, kesempatan untuk menguji hasil pembinaan di tingkat nasional justru terancam oleh persoalan pendanaan.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menilai potensi absennya Kaltim di Porwanas 2027 merupakan persoalan serius. Sebab, persiapan atlet telah dilakukan secara maksimal melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Wartawan Kaltim terancam absen di Porwanas Lampung. Karena kondisi keuangan daerah dan keberpihakan Pemprov terhadap atlet wartawan di Kaltim. Padahal, teman-teman PWI Kaltim sudah sangat maksimal mempersiapkan atletnya untuk berlaga di Porwanas,” tegas Abdurrahman di Kantor PWI Kaltim, Samarinda, Senin (26/10/2026).

Dok- Atlet Wartawan Porwanas Kalsel 2024 Cabor Catur

Menurutnya, PWI Kaltim selama ini tidak sekadar mengirim atlet untuk bertanding. Organisasi tersebut secara rutin menyelenggarakan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) sebagai bagian dari upaya pembinaan, evaluasi kemampuan, sekaligus penjaringan atlet potensial.

Meski tidak ada ketentuan yang mewajibkan Porwada digelar setiap tahun, PWI Kaltim tetap berupaya menjaga kesinambungan pembinaan. Tujuannya, agar atlet wartawan memiliki ruang kompetisi dan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi kejuaraan nasional.

“Porwada tidak hanya menjadi ajang kompetisi internal, tetapi juga sarana mengukur kemampuan atlet, sekaligus menjaring wartawan yang berpotensi memperkuat kontingen Kaltim di Porwanas,” ujarnya.

Upaya tersebut mulai memperlihatkan hasil. Pada Porwanas 2024 di Kalimantan Selatan, kontingen Kaltim berhasil menempati peringkat kedelapan dengan raihan dua medali emas, tiga perak, dan enam perunggu.

Capaian itu menjadi indikator bahwa pembinaan atlet wartawan Kaltim memiliki potensi untuk terus berkembang. Karena itu, ketidakpastian keikutsertaan pada Porwanas 2027 bukan sekadar persoalan keberangkatan kontingen, tetapi juga menyangkut kesinambungan proses pembinaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“Apabila Kaltim batal mengikuti Porwanas 2027, maka berpotensi memutus kesinambungan pembinaan yang selama ini telah dibangun,” tegasnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kaltim, Didda Satriya. Dia menyayangkan apabila kontingen Kaltim gagal berangkat, terlebih hasil Porwada dan kejuaraan internal telah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas atlet wartawan.

Menurut Didda, Porwanas merupakan panggung untuk membuktikan hasil pembinaan sekaligus mengukur daya saing atlet Kaltim di tingkat nasional.

“Hasil Porwada sudah menunjukkan hasil dan mengangkat prestasi Kaltim di level nasional,” ujarnya.

Tantangan menuju Porwanas 2027 semakin berat karena kebutuhan anggaran diperkirakan meningkat. Faktor utama ialah biaya transportasi menuju Lampung yang membutuhkan perjalanan udara dengan dua kali penerbangan.

Beban anggaran juga bertambah karena kontingen tidak lagi memperoleh subsidi akomodasi dari tuan rumah seperti pada penyelenggaraan sebelumnya. Artinya, kebutuhan perjalanan dan penginapan atlet harus diperhitungkan lebih besar dalam pembiayaan kontingen.

Di tengah kondisi tersebut, PWI Kaltim berharap usulan anggaran keberangkatan masih dapat diperjuangkan. Didda mengakui tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, tetapi berharap keterbatasan anggaran tidak serta-merta menutup kesempatan atlet wartawan untuk berkompetisi.

“Kami memahami kondisi fiskal Kaltim sedang menghadapi tekanan. Tetapi, kita harapkan pengajuan anggaran tersebut bisa diperjuangkan dan masih dapatlah,” harapnya.

Ia menjelaskan, pengajuan anggaran keberangkatan kontingen Kaltim hingga kini masih dalam proses perjuangan dan belum ditutup. PWI Kaltim berharap Pemprov tetap memberikan dukungan agar atlet wartawan daerah dapat berpartisipasi dalam agenda nasional tersebut.

“Kita percaya, Pemprov Kaltim masih memiliki kepedulian dengan agenda nasional ini. Karena agenda tersebut membawa nama besar provinsi ini,” ungkapnya.

Kini, kepastian dukungan anggaran menjadi penentu. Jika Kaltim gagal berangkat, bukan hanya kesempatan atlet untuk meraih prestasi yang hilang, tetapi juga momentum menjaga konsistensi pembinaan yang telah menghasilkan capaian di tingkat nasional.

Bagi PWI Kaltim, Porwanas 2027 bukan semata-mata agenda olahraga. Keikutsertaan kontingen juga menjadi representasi daerah sekaligus ujian atas keberlanjutan pembinaan atlet wartawan di tengah keterbatasan fiskal. (Ril/OKe)

Related posts