Kompak.id, Samarinda – Perkumpulan Sambo Indonesia (PERSAMBI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) melalui pendataan atlet, kesiapan perlengkapan, serta konsolidasi organisasi dalam agenda Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PERSAMBI Kaltim 2026 yang berlangsung di ruang rapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Minggu (18/10/2026).
Ketua Harian PERSAMBI Kaltim, Yudho Wahyudi Bekti Utomo, mengatakan langkah ini merupakan upaya untuk memastikan setiap pengurus cabang (pengcab) dan pengurus kota (pengkot) memiliki persiapan yang memadai sebelum kompetisi Porprov yang berlangsung di Paser resmi diadakan.
“Rakerprov kali ini, Kita ingin membicarakan persiapan teman-teman Sambo di daerah dalam menghadapi Porprov yang kian dekat,” ujar Yudho.
Yudho menyebut, pendataan atlet menjadi salah satu agenda utama untuk mengetahui kesiapan masing-masing daerah. Informasi tersebut diperlukan agar pengurus dapat memetakan potensi atlet sekaligus menyiapkan kebutuhan teknis menjelang pertandingan.
Ia berujar, selain mengevaluasi kesiapan menghadapi Porprov, Rakerpov PERSAMBI juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet di tingkat kabupaten dan kota.
“Kita perlu melihat kesiapan atlet maupun ofisial, termasuk data atlet yang akan diturunkan, kelas pertandingan, serta perlengkapan yang dibutuhkan,” Kata Yudho.
Menurutnya, kesiapan menghadapi Porprov tidak hanya berkaitan dengan kemampuan atlet di arena pertandingan. Koordinasi antarpengurus juga diperlukan agar persiapan setiap daerah berjalan lebih terarah, mulai dari pemenuhan kebutuhan teknis hingga penguatan tata kelola organisasi.
Terkait batasan usia atlet, Yudho menyebut PERSAMBI memiliki ketentuan yang memungkinkan atlet senior tetap berkompetisi sesuai regulasi yang berlaku. Meski demikian, pihaknya tetap akan memetakan kelas-kelas yang berpotensi diisi atlet junior sebagai bagian dari upaya regenerasi.
“Kami juga ingin melihat kelas mana yang berpotensi diisi atlet junior. Kalau ada atlet muda yang memungkinkan untuk dinaikkan ke level kompetisi, tentu akan kami pertimbangkan. Harapannya, pembinaan dan regenerasi atlet di daerah tetap berjalan,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua II KONI Kaltim, Dandri Dauri, menilai Rakerprov menjadi momentum penting bagi PERSAMBI untuk memperkuat konsolidasi menjelang Porprov. Ia berharap forum tersebut menghasilkan gagasan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi terdekat, tetapi juga memperhitungkan agenda olahraga setelahnya.
“Semoga Rakerprov ini menjadi motivasi bagi pengurus untuk menjaga pembinaan agar prestasi cabor ini tetap berlanjut, mengingat potensi Cabor ini sangat besar untuk Kaltim,” terang Dandri.

Menurut Dandri, Sambo memiliki modal prestasi yang dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan pembinaan. Capaian medali emas pada PON sebelumnya menjadi salah satu indikator bahwa cabang olahraga ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
“PERSAMBI merupakan salah satu cabang olahraga yang bisa kita unggulkan. Empat emas yang diraih pada PON lalu menunjukkan bahwa Sambo memiliki potensi besar,” katanya.
Ia turut mendorong agar pembinaan tidak terpusat pada tingkat provinsi, melainkan berjalan secara merata di kabupaten dan kota. Dengan fondasi pembinaan yang kuat di daerah, PERSAMBI diharapkan mampu menjaga kesinambungan prestasi sekaligus memperluas jangkauan atlet yang dapat bersaing pada level lebih tinggi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menekankan pentingnya konsistensi pembinaan sebagai tindak lanjut dari prestasi yang telah diraih. Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan juga kesempatan untuk menyeleksi atlet potensial yang dipersiapkan menuju Pra-PON 2027.
“Porprov ini menjadi ajang seleksi. Karena itu, saya berharap setiap kabupaten dan kota terus melakukan pembinaan secara konsisten dan berkelanjutan. Tidak harus langsung dalam jumlah besar, tetapi dilakukan bertahap agar kita bisa menemukan atlet-atlet potensial dari masing-masing daerah,” ungkapnya.
Rasman menambahkan, pembinaan usia dini perlu menjadi perhatian utama pemerintah kabupaten dan kota. Sosialisasi Sambo di sekolah-sekolah dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan olahraga tersebut sekaligus memperluas basis calon atlet sejak usia muda.
Ia menilai seluruh daerah yang memiliki potensi atlet perlu terus mendapatkan perhatian dalam pengembangan Sambo. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengenalan olahraga di lingkungan pendidikan tanpa harus bergantung pada fasilitas atau program yang membutuhkan anggaran besar.
“Jangan sampai kita berada di zona nyaman karena sudah mendapatkan medali di PON bela diri, kemudian pembinaan justru mengendur. Potensi yang ada di daerah harus terus dipupuk. Sosialisasi ke sekolah-sekolah bisa dilakukan secara bertahap, dimulai dari langkah-langkah sederhana,” tegasnya.
Rasman juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam mendukung pembinaan olahraga di Kaltim. Kendati demikian, pemerintah provinsi berupaya agar pendampingan terhadap cabang olahraga tetap berlangsung sehingga pengembangan atlet tidak terhenti akibat keterbatasan fiskal.
Rasman berharap PERSAMBI Kaltim dapat menyusun langkah yang lebih terarah dalam menghadapi Porprov sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan menuju Pra-PON 2027. Pendataan atlet, penguatan organisasi, serta regenerasi menjadi bagian penting untuk memastikan prestasi Sambo Kaltim tidak berhenti pada capaian sebelumnya, tetapi terus berkembang melalui pembinaan di setiap daerah.
“Saya percaya dengan PERSAMBI, PON bela diri kemarin bisa menyumbangkan empat medali emas. Itu pertanda bahwa PERSAMBI punya pembinaan secara konsisten,” pungkas Rasman. (Ain)
