Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA NASIONAL

Pertamina Drilling Perluas Layanan Non-Rig, Sukses Jalankan Matrix Acidizing Perdana di Sumur Prabumulih

Pekerja Pertamina Drilling sedang melaksanakan Operasi Matrix Acidizing perdana di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.

Kompak.id, Jakarta – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali memperkuat kapabilitas bisnis jasa hulu migas dengan mencatatkan keberhasilan operasi matrix acidizing perdana di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan. Keberhasilan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services di luar bisnis pengeboran.

Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kesiapan perusahaan menghadirkan solusi hulu migas yang semakin terintegrasi untuk mendukung peningkatan produksi nasional.

“Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional,” kata Aziz Muslim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Operasi tersebut dilaksanakan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sumur melalui teknologi stimulasi formasi. Teknologi matrix acidizing diterapkan untuk mengatasi kerusakan formasi serta endapan kerak (scale) yang menghambat aliran fluida dari reservoir menuju sumur.

“Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus menjawab tantangan operasi migas yang semakin kompleks,” lanjut Aziz.

Pekerjaan dilakukan pada interval perforasi 1.963 hingga 1.966 meter measured depth (MD) di Formasi Talang Akar (TAF-P5). Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan fluida 15 persen Hydrochloric Acid (HCl) yang dirancang sesuai karakteristik reservoir agar proses stimulasi berlangsung optimal.

Melalui operasi tersebut, sumur ditargetkan mampu mencapai produksi hingga 65 barel minyak per hari (BOPD). Peningkatan performa ini diharapkan dapat mengoptimalkan konektivitas reservoir dengan sumur sehingga produktivitas lapangan migas meningkat.

Aziz menambahkan, pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat bisnis jasa energi sekaligus memenuhi kebutuhan industri migas yang terus berkembang.

“Pengembangan layanan ini menjadi salah satu fokus kami untuk memperluas portofolio bisnis dan menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi industri hulu migas,” ujarnya.

Keberhasilan matrix acidizing ini melanjutkan capaian Pertamina Drilling dalam layanan hydraulic fracturing yang telah dijalankan di wilayah kerja PHR Zona 2 dan Zona 3 sejak Januari 2025. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus mengembangkan layanan stimulasi sumur sebagai salah satu lini bisnis strategis.

Dengan bertambahnya portofolio layanan non-rig, Pertamina Drilling kini tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa pengeboran, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mampu menghadirkan solusi terintegrasi guna meningkatkan produktivitas lapangan migas. Pengembangan kapabilitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui inovasi teknologi, rekayasa teknik yang presisi, dan keunggulan operasional.

Related posts