Kompak.id, Samarinda – Pengurus Provinsi Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kalimantan Timur mengawali rangkaian persiapan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Babak Kualifikasi (BK) PON, hingga PON 2028 dengan hasil membanggakan. Lima atlet yang diturunkan pada Bali Open DanceSport National Competition X 2026 sukses membawa pulang 25 medali.
Sekretaris Pengprov IODI Kaltim, Roni Andi Pangajoang, mengatakan keikutsertaan dalam kejuaraan yang berlangsung di Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali, pada 11–12 Juli 2026 itu memang diproyeksikan sebagai ajang uji kemampuan atlet sebelum menghadapi kompetisi yang lebih bergengsi.
“Keikutsertaan tim Dansa Kaltim merupakan uji coba pembuka guna menyatukan langkah menuju Kejurnas, Babak Kualifikasi PON, dan PON 2028 di NTB dan NTT,” ujar Roni.
Kontingen Kaltim diperkuat lima atlet, yakni Anastasya Jolie Vien, Jaceline Richie, Reyvan Michael Iroth, Nabila Gadistia, dan Najwa Kirey Sakura. Meski hanya menurunkan lima atlet, mereka mampu tampil dominan dengan raihan 15 medali emas, 7 medali perak, dan 3 medali perunggu, sehingga total mengoleksi 25 medali.
Selain mendulang medali, atlet Kaltim juga memborong penghargaan individu. Reyvan Michael dinobatkan sebagai Juara Senior Teladan, sementara Jaceline Richie dan Najwa Kirey Sakura meraih predikat Juara Junior Terbaik.
Roni yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IV KONI Kalimantan Timur menilai hasil tersebut menjadi bukti pembinaan atlet berjalan sesuai arah. Menurutnya, mayoritas atlet yang tampil merupakan generasi baru yang mulai menunjukkan kualitas di tingkat nasional.
“Empat atlet merupakan wajah baru. Hanya Jolie yang merupakan atlet senior. Dia andalan kami dan pernah meraih medali perunggu pada PON Aceh-Sumut,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan olahraga dansa di Kalimantan Timur juga terus menunjukkan tren positif. Hal itu ditandai dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga tersebut serta bertambahnya klub-klub dansa, khususnya di Samarinda dan Balikpapan.
Bali Open DanceSport National Competition X sendiri diikuti sekitar 200 atlet dari berbagai provinsi, di antaranya Bali, Nusa Tenggara Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Sejumlah nomor bergengsi dipertandingkan, termasuk kategori Pre-Amateur Latin dan FFA Waltz.
Usai dari Bali, IODI Kaltim akan langsung mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Nasional Dansa ke-16 di Jakarta pada 14–16 Agustus 2026. Sebanyak 33 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial direncanakan diberangkatkan untuk mengikuti sekitar 40 nomor pertandingan.
“Kejurnas nanti akan menjadi tolok ukur kekuatan atlet dari seluruh Indonesia sekaligus bagian penting dalam persiapan menuju PON 2028,” ucap Roni.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan KONI Kaltim yang selama ini terus mengawal pembinaan cabang olahraga dansa. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi IODI Kaltim untuk mempertahankan prestasi, setelah pada PON Aceh-Sumut berhasil menyumbangkan satu medali emas, dua perak, dan dua perunggu, yang sekaligus menjadikan Dansa menjadi salah satu dari 12 cabang olahraga unggulan yang menjadi fokus pembinaan KONI Kaltim.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi olahraga dansa Kalimantan Timur di tingkat nasional,” tutupnya. (Ain)
