Kompak.id, Samarinda — DPRD Kota Samarinda menilai rendahnya literasi politik masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Untuk itu, pendidikan politik dinilai penting mulai dikenalkan sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar tentang demokrasi dan proses pengambilan kebijakan publik.
Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan selama ini politik masih sering dipandang negatif oleh sebagian masyarakat. Menurutnya, anggapan bahwa politik identik dengan hal buruk justru membuat masyarakat semakin jauh dari pemahaman terhadap sistem demokrasi.
“Banyak yang menganggap politik itu sesuatu yang kotor, padahal hampir semua aspek kehidupan kita berkaitan dengan keputusan politik,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, berbagai kebijakan yang dirasakan masyarakat sehari-hari, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, hingga aturan sosial, merupakan hasil dari proses politik yang berlangsung di pemerintahan maupun lembaga legislatif.
Karena itu, Samri menilai pemahaman mengenai politik seharusnya tidak dijauhkan dari generasi muda, melainkan dikenalkan secara bertahap melalui dunia pendidikan.
“Kalau masyarakat memahami politik dengan benar, mereka juga akan lebih paham bagaimana sebuah kebijakan itu lahir,” katanya.
DPRD Samarinda pun mendorong agar materi pendidikan politik dapat dimasukkan dalam kurikulum sekolah, khususnya pada tingkat SMP dan SMA. Menurut Samri, materi yang diberikan tidak harus terlalu berat, tetapi cukup memperkenalkan dasar-dasar demokrasi, partisipasi publik, dan sistem pemerintahan.
“Disesuaikan saja dengan usia pelajar. Yang penting mereka mengenal konsep dasar demokrasi dan bagaimana sistem pemerintahan berjalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan literasi politik menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang saat ini. Menurutnya, tanpa pemahaman yang cukup, generasi muda akan lebih mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
“Kita sekarang hidup di era informasi yang sangat cepat. Kalau tidak dibekali pemahaman yang baik, masyarakat bisa gampang termakan informasi yang menyesatkan,” ucapnya.
Samri berharap pendidikan politik dapat menjadi bagian dari upaya membangun pola pikir masyarakat yang lebih kritis dan rasional dalam menyikapi isu-isu publik maupun dinamika demokrasi.
Dengan pemahaman politik yang lebih baik sejak dini, DPRD menilai generasi muda nantinya tidak hanya menjadi pemilih dalam pesta demokrasi, tetapi juga mampu berpartisipasi secara sehat dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Adv/Ain/DPRDSamarinda)
