Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
PENDIDIKAN

197 Santri Ikuti Khotmil Qur’an Massal ke-IV se-Kecamatan Samarinda Utara

Direktur LPPTKA-BKPRMI Wilayah Kalimantan Timur, Muhammad Solekhin, M.Pd.

Kompak.id, Samarinda — Sebanyak 197 santri dan santriwati mengikuti Khotmil Qur’an Massal ke-IV se-Kecamatan Samarinda Utara yang digelar di Masjid Nurul Hidayah Tanah Merah, Minggu (15/2/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membina generasi Qur’ani sejak usia dini.

Direktur LPPTKA-DPW BKPRMI Wilayah Kalimantan Timur, Muhammad Solekhin, M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia hadir mewakili Ketua Umum DPW BKPRMI Kalimantan Timur, H. Akhmed Reza Fahclevi, S.Sos.

“Kehadiran 197 santri-santriwati yang duduk bersama membaca ayat-ayat Allah adalah pemandangan yang menyejukkan hati. Di tengah tantangan zaman yang begitu kompleks, mereka memilih duduk bersama mushaf. Itu adalah kemuliaan,” ujar Muhammad Solekhin dalam sambutannya.

Acara ini juga dihadiri Camat Samarinda Utara Muhammad Joni, SE, para alim ulama, tokoh masyarakat, pembina TKA/TPA, ustadz dan ustadzah, serta para orang tua santri. Menurut Solekhin, kehadiran pimpinan wilayah menunjukkan dukungan nyata pemerintah terhadap pembinaan iman dan akhlak generasi muda.

“Ketika pemimpin wilayah hadir membersamai anak-anak yang khatam Al-Qur’an, itu adalah pesan kuat bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan iman dan akhlak,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa khatam Al-Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk diselesaikan, tetapi untuk dijaga—bacaan, hafalan, dan terutama pengamalannya. Jadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Solekhin juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua santri atas dukungan dan pengorbanan mereka.

“Setiap huruf yang dibaca anak-anak kita, pahalanya mengalir juga kepada orang tuanya,” ujarnya.

Kepada para ustadz dan ustadzah TKA/TPA, ia menyebut mereka sebagai pejuang pendidikan Al-Qur’an yang menanam benih peradaban masa depan.

“Apa yang antum tanam hari ini adalah benih peradaban masa depan,” kata Solekhin.

Ia berharap Khotmil Qur’an Massal ke-IV ini menjadi momentum kebangkitan ruh Qur’ani di Samarinda Utara.

“Semoga dari 197 anak ini lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, mencintai masjid, dan kelak menjadi pemimpin yang membawa keberkahan bagi daerah, bangsa, dan agama,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa agar Samarinda Utara tidak hanya dikenal melalui pembangunan fisik, tetapi juga karena kuatnya pondasi keimanan masyarakatnya. (*)

Related posts