Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Tinjau Pembangunan IPAL di Desa Mekar Jaya

Admin21 15-Okt-21 01:32:32 Kategori Berita Utama, Nasional Dibaca 64 Kali

Kompak.id, Tenggarong - Program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Komisi IV DPR RI terkit pembangunan fasilitas instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) akan rampung pada akhir tahun ini.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budisatrio Djiwandono mengatakan, tidak semua desa mememiliki ipal untuk limbah domestik karena keterbatasan anggaran. Selain itu untuk penyediaan fasilitas ipal di desa diperlukan sejumlah persyaratan, di antaranya ketersediaan lahan. 

"Tidak semua desa mendapatkan fasilitas ini. Melalui Komisi IV kami menyuarakan ini, Desember ini sudah bisa digunakan," ujar Budisatrio saat meninjau pembangunan ipal di Desa Mekar Jaya, Kamis (14/10/2021). 

Dengan adanya ipal, legislator asal Gerindra itu berharap agar masyarakat desa juga termotivasi mumalakan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

"Biasakan kita hidup bersih dimulai dari keluarga masing-masing. Dengan membuang sampah sembarangan akan berdampak dalam waktu panjang," ujar Budisatrio menjelaskan. 

Legislator asal dapil Kalimantan Timur tersebut juga menyinggung dampak dari kegiatan pertambangan terhadap lingkungan. 

"Aktivitas pertambangan legal dan ilegal merusak hutan kita. Kalau lingkungan hidup rusak, maka banjir akan mendatangi desa-desa. Saya sangat prihatin atas kondisi seperti ini. Bukan saya anti tambang, karena tambang juga menyediakan lapangan kerja. Mari kita merehabilitasi dengan menamam pohon," ujar Budisatrio. 

Direktur Pengendalian Pencemaran Air Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Luckmi Purwandari yang hadir juga dalam peninjaun itu menjelaskan, fungsi ipal domestik tersebut akan mengolah limbah untuk mengurangi tingkat pencemaran air. 

"Program pembangunan limbah domestik dan air limbah peternakan, usaha kecil menengah, limbah rumah tangga yang dibangun atas dasar permintaan masyarakat atau kelompok dengan lahan yang tersedia atas dasar keinginan warga," kata Luckmi memaparkan. 

Disebutkannya, ipal di Desa Mekar Jaya menghabiskan Rp349 juta yang bersumber dari APBN. Ipal tersebut mampu menampung limbah air dapur rumah tangga dari 30 KK. 

"Tapi dikerjakan swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Surya Gemilang," sebutnya. (woy)

Related Post