Dugaan Pencemaran Lingkungan PT. REA Kaltim, DLHK Kukar Serahkan Temuan ke Gakum Kementerian LHK

Admin21 24-Sep-21 12:52:36 Kategori Berita Utama, Hukum Dibaca 280 Kali

Kompak.id, Tenggarong – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menindaklanjuti laporan 13 kepala desa (kades) terkait limbah perusahaan kelapa sawit PT. REA Kaltim Plantations yang diduga mencemari sungai-sungai terutama Sungai Belayan di wilayah operasi perusahaan di Kecamatan Kembang Janggut, Kukar.

Kepala DLHK Kukar, Alfian Noor mengaku telah menganalisa sejumlah temuan di lapangan dan telah dikoordinasikan dengan pihak terkait lainnya. Namun, DLHK Kukar kata dia, tidak berwenang untuk bertindak lebih jauh dengan alasan bukan kewenangannya untuk memberikan sanksi kepada perusahaan.  Selain itu, PT. REA Kaltim Plantations yang memiliki tiga pabrik kelapa sawit di mana dua di antaranya yakni Perdana Oil Mill (POM) dan Cakra Oil Mill (COM) yang dilaporkan dua kades di Kembang Janggut merupakan perusahaan dengan status PMA (Penanaman Modal Asing).

Menurut Alfian Noor, untuk menindak atau memberikan sanksi terhadap perusahaan berstatus PMA menjadi kewenangan pemerintah pusat atau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagaimana perizinannya. DLHK Kukar pun telah diminta secara resmi oleh KLHK untuk melaporkan temuan-temuan itu kepada penegakan hukum (gakum) kementerian LHK.

“Ya pak, yang benar menyampaikan dan mengkoordinasikan laporan tersebut ke Balai Gakum (KLHK), berdasarkan kewenangan sebagaimana Undang-Undang Kerja,” ungkap Alfian Noor kepada media ini.

Sebelumnya, pemerintah desa telah membuat laporan resmi perihal dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik kelapa sawit POM dan COM. Meski begitu, laporan tersebut tidak akan direspons oleh DLH seperti harapan masyarakat selama ini agar Pemkab Kukar tegas terdahap perusahaan yang merusak lingkungan.

“Sudah (lapor). Hanya kita menunggu hasil. Kami rasa DLHD bisa-bisa menganggap tidak tercemar, itu perkiraan kami. Karena beberapa kali selalu begitu, sehingga kami akan melakukan pengecekan sendiri melalui uji layak nantinya sebagi pembanding agar akurasi data maupun hasil bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Kades Kembang Janggut, Yadi kepada media ini, Senin (6/9/2021) lalu.

Hal serupa juga disampaikan Kades Genting Tanah Kecamatan Kembang Janggut, Kasman. Menurutnya, pabrik kelapa sawit milik PT REA Kaltim Plantations selama ini telah berlaku serampangan dalam membuang limbah.

“Sembrono membuang limbah sawit, kalau hujan meluap turun ke sungai di bantaran Belayan. Hal ini sudah sering dilaporkan tapi tidak pernah ada penindakan. Paling-paling kalau DLH datang nanti diperbaiki (sementara),” kata Kasman menjelaskan.

Limbah yang diduga mencemari sungai Belayan tersebut kerap terjadi, dampaknya kata Kasman, penyakit kulit sangat dirasakan warga setempat. Sehingga 16 kades yang tersebar di Kecamatan Kembang Janggut, Tabang dan Kenohan berharap DLH Kukar bertindak serius dengan menjalankan peraturan yang berlaku.

“Ikan-ikan mati, dampak yang agak lama pohon dan tumbuhan mati. Kalau yang dirasakan warga ya gatal-gatal itu. Kami berharap ini diseriusi,” kata Kasman menegaskan. (woy)

Related Post