Dukung Generasi Milenial Jadi Petani

Efendi 12-Agt-21 18:23:42 Kategori Berita Utama, Ekonomi dan Bisnis Dibaca 36 Kali

SAMARINDA – Kaltim, harus segera mempersiapkan diri beralih dari sektor migas dan batu bara ke sektor pertanian dalam arti luas. Salah satu yang harus didorong menekuni sektor ini adalah generasi muda, alias generasi milenial yang menjadi harapan di masa mendatang.  

“Kami di Komisi II DPRD Kaltim, salah satunya terus berupaya memperkuat dukungan untuk program sektor pertanian. Salah satunya, untuk mendorong minat generasi muda menjadi petani,” sebut anggota Komisi II DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi.

Dikatakan Reza, sapaan akrabnya, Fraksi Partai Gerindra, baik di tingkat pusat di DPR RI sampai di DPRD Kaltim dan kabupaten, terus mendorong sektor pertanian agar mendapat porsi perhatian lebih. Ini agar ke depan Kaltim tidak hanya bergantung pada sektor batu bara dan migas.

Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kaltim ini kemudian mencontohkan, beberapa hari lalu, menghadiri panen benih padi varietas unggul di Desa Semangkok, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara. Dalam panen tersebut, menurut Reza, terbukti Kaltim juga punya potensi besar di sektor pertanian. Pada kegiatan panen tersebut, setiap hektare menghasilkan 5,2 ton padi unggulan.     

Reza kemudian menjelaskan, sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budisatrio Djiwandono yang juga dari Fraksi Partai Gerindra, bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian RI. Kerja sama itu untuk membantu para petani melakukan penangkaran varietas unggul benih padi di Kaltim di Desa Semangkok.

Di Kaltim, program dari Fraksi Partai Gerindra itu, dilaksanakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur, salah satunya kepada Kelompok Tani Hidup Baru 7, Desa Semangkok.  

“Kami selaku kader Partai Gerindra di Kaltim, sangat sependapat dengan harapan pak Budisatrio Djiwandono, Kaltim nantinya tidak hanya dikenal sebagai wilayah penghasil batu bara, tapi juga wilayah penghasil produk pertanian,"  ujar Reza.

Apalagi, kata Reza, Kaltim akan jadi ibu kota negara, sehingga perlu stok pangan yang cukup dan dihasilkan secara swasembada. Politisi muda yang juga ketua harian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim ini menyebutkan, para petani terus didorong meningkatkan kemampuan termasuk di bidang teknologi melalui berbagai pelatihan.

“Kami juga membantu untuk pengadaan mesin pertanian, serta alat dan sarana produksi yang dibutuhkan,” sambungnya. Sehingga petani bisa lebih mengikuti pengembangan teknologi. (*)

 

Related Post