Ponpes Darul Ikhlas, Becek, Kurang Asrama dan Ruang Kelas

Efendi 20-Jul-21 00:26:39 Kategori Berita Utama, Pendidikan Dibaca 200 Kali

MARANG KAYU – Kondisinya sangat sederhana bahkan apa adanya. Meski demikian, semua santri tetap bisa mengenyam pendidikan secara gratis. Orang tua tidak dibebani biaya apa pun. Persoalannya, di masa pandemi seperti saat ini, dukungan donatur semakin berkurang. Sedangkan, pendidikan harus terus berjalan. Termasuk, kebutuhan hidup santri selama di asrama juga harus tetap terpenuhi.

“Tanpa dukungan dari donatur, kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sementara kalau mau meminta dukungan orang tua santri, rata-rata juga dalam kondisi kurang mampu,” demikian beber H Wildan Hafiz, S.Pd.I, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ikhlas, kepada media ini.

Pondok pesantren ini berlokasi di Jalan Widyagama 2 RT 01 Dusun Manunggal Jaya 01, Desa Sambera Baru, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jaraknya sekitar 70 kilometer dari pusat kota Samarinda. Itu pun dengan kondisi jalan yang rusak parah di beberapa titik.

Wildan menyampaikan, sangat membutuhkan uluran tangan donatur, agar proses pendidikan di sini tetap berjalan dengan lancar. Selain untuk operasional, yang juga sangat dibutuhkan saat ini adalah tambahan bangunan untuk asrama putri, ruang kelas, juga ruangan lainnya seperti ruang guru, perpustakaan dan laboratorium.

“Apalagi kami baru buka sekolah aliyah, setara SMA. Belum punya ruang kelas,” sambungnya.


Disampaikan, pihaknya hanya bermodal keinginan dan perjuangan dalam mengelola pondok pesantren ini. “Tapi kami berusaha hidup dan masih bisa menerima santri baru,” katanya.

Niatnya sangat mulia. Ia berharap, anak-anak di Marang Kayu dan sekitarnya bisa tetap sekolah dan bisa mengenyam pendidikan seperti di kota, “sehingga generasi di desa ini nantinya bisa bersaing di masa depan,” imbuhnya.

Saat dikunjungi, kondisi pondok pesantren ini sebagian besar berupa bangunan kayu sederhana. Bahkan, saat musim hujan kondisi lingkungan becek dan berlumpur. Kondisi yang juga sangat memprihatinkan adalah bangunan masjid yang dibuat dari kayu limbah apa adanya. Bangunan itu bahkan tidak terlihat seperti masjid, lebih mirip rumah tua tidak berpenghuni.  

Karena itulah, pengasuh pondok pesantren sangat berharap bantuan dari berbagai pihak agar keberlangsungan lembaga pendidikan ini bisa berumur panjang.

Sementara itu, saat kebetulan berada ke Desa Sambera Baru, anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi juga berkunjung ke pondok pesantren ini. “Saya mendapat kabar terkait keluhan di pondok pesantren ini. Karena itu, saya ingin lihat dari dekat,” sebut politisi muda dari Fraksi Partai Gerindra.

Ketua Harian KNPI Kaltim itu kemudian menyampaikan, akan membawa persoalan pondok pesantren itu ke dalam rapat di legislatif. “Mudah-mudahan bisa diperjuangkan,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara ini.

Di akhir kunjungan, selain menerima keluhan dan harapan dari para pengasuh pondok pesantren, pria yang juga sebagai ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kaltim ini memberikan dukungan kepada pondok tersebut.

“Mudah-mudahan bermanfaat. Semoga selain dari dana hibah Pemprov Kaltim, ada donatur lain yang juga bersedia membantu pondok pesantren ini,” harap anggota Komisi II di Gedung Karang Paci ini.  

Bagi donatur dan masyarakat semua yang ingin menanam kebaikan dengan pahala berlipat ganda, bisa menyalurkan donasinya di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Nomor Rekening 4602-01-015608-53-4 atas nama Pondok Pesantren Darul Ikhlas. (*)


Related Post