Kisah Ujang dan Keluarga Sembuh Dari Covid-19

Abdul Rahman 22-Jun-21 21:36:17 Kategori Inspirasi Dibaca 626 Kali

Kisah Ujang Guswantri dan istrinya yang sempat terkonfirmasi positif covid-19di tahun 2020 lalu. Suami dam istri mampu melewati masa isolasi. hingga akhirnya dinyatakan sembuh dari covid-19, beruntung anak-anaknya tidak terkonfirmasi positif covid-19.


Bermula istri dari Ujang sapaan akranya yang terkonfirmasi positif covid-19 dan dilakukan isolasi mandiri di salah satu kamar di rumahnya yang berada di perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK) Jalan Atlet Pon, Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir. Secara terbuka ia menyampaikan hasil swab pcr istri ke RT dan pengelola perumahan serta di group whatsapp Kelurahan Harapan Baru dan memohon maaf atas ketidak nyamanan warga khususnya tetangga kiri kanan dan depan rumah. Alhamdulillah warga di perumahan sangat mensuport.


“Kami sekeluarga, hanya tinggal sms atau grup whatsapp RT apabila memerlukan sesuatu dan alhamdulilah warga lainnya sangat sigap membantu. Ini rasa kekeluargaan di perumahan kami sangat erat,” ceritanya sambil menghirup kopi yang telah disajikan. 


Ujang sapaannya melanjutkan ceritanya, bermula istri saya (Nur Afifah) yang dinyatakan positif-19 dan itu membuat dirinya harus menggantikan tugasnya sebagai ibu rumah tangga dan juga menjaga anak-anak agar tetap sehat,

“Istri saya saat itu diisolasi di kamar sendirian. Sebelumnya kami konsultasi dengan salah satu dokter gugus tugas 112 Kota Samarinda, dikarenakan tidak ada keluhan yang berat, dan di rumah ada kamar yang bisa digunakan untuk isolasi mandiri.

“Karena saran itu kami melakukan isolasi mandiri di rumah saja.


Untuk makan, minum, ramuan jamu dan madu sajikan dengan mengantarkan makanan hingga didepan pintu kamar. Alhamdulillah saya dan anak-anak di nyatakan negative covid, sehingga saya dan anak-anak bias melayani segala kebutuhan istri selama menjalani isolasi mandiri,” terangnya


Kemudian dia mengaku,setiap hari memasak untuk istri dan anak-anak. Untungnya kebiasaan itu bukan hal yang baru. Sselama ini biasa melakukan sendiri dari sebelum menikah, karena terbiasa hidup mandiri. Ia dan anak-anak serta istri berada dalam satu rumah namun beda kamar. Dia dan anak-anak melakukannya dengan protokol kesetahan yang ketat. Hampir 24 jam menggunakan masker, hingga tidurpun menggunakan masker. Karena tekat yang kuat dan motivasi keluarga akhirnya sebulan berlalu dan istrinya dinyatakan sembuh dari covid-19.


Aktivitas pun Kembali normal kembali. Dua bulan kemuadian dirinya sempat berpergian untuk tugas sebagai konsultan politik ke beberapa kabupaten kota yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim). Tak lama ia merasakan badan meriang panas-dingin serta tenggorokan gatal. Kemudian minum obat parcetamol, merasa agak enakan badan kemudian melakukan aktifitas seperti biasa, bahkan waktu itu agak larut malam pulang berturut-turut.


Besoknya drop kembali, demam tinggi, kemudian minum obat turun panas. Akan tetapi tidak kunjung turun panasnya, kemudian pada malam harinya langsung ke dokter. Pada saat itu belum terpikirkan terkena covid 19, karena selama ini telah menjalan protokol kesehatan dengan baik, selalu menggunakan masker, cuci tangan tangan bahkan tidak pernah ketinggalan handsanitezer.


“Setelah diperiksa, dan memberikan obat dengan dosisi obat turun panas yang lebih tinggi, dokter menyarankan apabila tidak turun, segera melakukan swab guna memastikan terkena covid 19 atau tidak,” ujarnya bercerita sambil membalas pesan di handphonenya


Kemudian, pada esok harinya panas tingginya turun, serta keluhan lainnya juga tidak ditemukan lagi. Namun ada satu hal yang di rasakan adalah tidak dapat mencium bau baik harum dan lainnya. Lidah masih bisa merasakan rasa lainnya. Karena merasa sudah baik, maka tidak langsung melakukan swab, Pada esok harinya kemudian melakukan konsultasi dengan dokter gugus tugas yang sebelumnya pernah konsultasi sewaktu istri terkena covid 19.


Dia menyampaikan keluhan yang dirasakan, dan dari yang di rasakan menunjukkan ciri-ciri terkena covid 19. Kemudian disarankan untuksegera melakukan swab PCR, dan untuk dapat segera hasilnya maka melakukan swab di labkes yang berada di Jalan Akhmad Dahlan. Setelah melakukan swab pada siang hari maka sore hari sudah keluar hasinya dan dinyatakan positif. Sore hari itu juga berkordinasi dengan dokter gugus tugas menyampaikan hasil swab tersebut, dan sesuai dengan arahan dari gugus tugas serta pengalaman sebelumnya pada saat istri terkena, maka melakukan isolasi mandiri.


Selain dengan istirahat yang cukup, serta banyak konsumsi vitamin guna meningkat adaya tahan tubuh, ada beberapa vitamin yang rutin di minum yakni minum rebusan jahe dan madu, minum seduhan qutsul hindi di campur madu dan garam Himalaya. Selain itu juga minum VCO selalu minum air hangat, hampir setiap hari apabila tidak hujan melakukan aktifias di halaman rumah sambil berjemur. 



“Alhamdulillah dengan dukungan keluarga dan serta sahabat dan tetangga di perumahan, setelah melakukan isolasi mandiri 14 hari sudah tidak ada gejala dan mendapat surat keterangan telah melakukan isolasi . Namun demikian di karenakan belum melakukan swab ulang maka belum berani beraktifitas seperti biasa menjaga hala-hal yang tidak diinginkan,” terang mantan aktivis mahasiswa ini


Setelah selesai melakukan swab ulang dan dinyakan telah sembuh. Dia pun menyampaikan ke pada RT dan pengelola di perumahan untuk dapat segera di ketahui oleh penghuni perumahan tempat dirinya tinggal.


“Kami ucapkan terima kasih kepada wara RT 37, karena selama menjalani isolasi manidiri hampir seluruh kebutuhan sehari-hari kami banyak dibantu. Pesanan kami pun digantung diluar, adapun dananya biasa saya transfer. Kebetulan di perumahan kami banyak juga warga melakukan jualan secara online, semoga menjadi amal baik serta menjadapat balasan dari Allah,” imbuhnya


Dia berpesan, kepada teman-teman yang belum terkena untuk tetap menjaga protokol kesehatan, karena penyakit itu ada, dan kepada teman-teman yang saat ini sedang menjalankan perawatan baik isolasi mandiri maupun di rumah sakit, tetap semangat.


“Dibawa enjoy aja, jangan sters karena akan menurunkan daya tahan tubuh kita, perbanyak makanan apa saya yang peting sehat. Yakinlah Allah akan berikan kita yang terbaik, jangan lupa terus berdoa karena hanya Allah yang dapat meyebuhkan,” tutupnya. (Oke)

 

Related Post