Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA

Membeludak, Dua Kapal Berangkat ke Pare-pare

KM Quen Soya didatangkan untuk mengangkut penumpang yang membeludak.

SAMARINDA – Rabu (27/4) siang tadi diprediksi menjadi puncak mudik Lebaran dari Samarinda menuju Pare-pare, Sulawesi Selatan. Dua kapal masing-masing KM Pantokrator dan KM Quen Soya masing-masing diberangkatkan pukul 13.00 Wita dan pukul 14.00 Wita.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda Mukhlish Tohepaly kepada media ini menyampaikan, total lebih dari 2.500 penumpang yang diberangkatkan dari Pelabuhan Samarinda. Masing-masing 1.500 lebih dengan KM Pantokrator, serta lebih dari 1.000 orang dengan KM Quen Soya.

“Prediksi kami puncak mudik Kamis, tapi ternyata sudah terjadi pada hari ini. Jauh di luar prediksi kami,” sebut Mukhlish. Dikatakan, kapal yang terjadwal sejatinya hanya KM Pantokrator. Namun karena penumpang membeludak, sehingga didatangkan kapal tambahan KM Quen Soya yang masih satu operator dengan KM Pantokrator.

“Saudara-saudara kita ingin pulang, sudah dua tahun ngga pulang. Kelebihan penumpang dicarikan solusi, ada KM Quen Soya yang bersedia. Sehingga bisa ditampung di kapal ini,” sebutnya.

Dua kapal ini akan beriringan menuju Pare-pare. Dijadwalkan 18 jam akan sampai ke Pelabuhan Pare-pare. Sudah dikondisikan juga agar pelabuhan penerima siap. Kamis (28/4) besok, masih ada satu kapal dan tetap diingatkan tidak melebihi kapasitas yang ada.

BACA JUGA :  Tutup Piala Presiden, Jokowi Dijadwalkan ke Samarinda

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor Kesatuan Pengamanan dan Pengawasan Pelabuhan (KP3) Samarinda Kompol Subari menambahkan, kondisi mudik berjalan aman. “Ada dua kapal diberangkatkan. Padahal sudah ada jadwal kapal. Tapi semua mau berangkat lebih cepat, sehingga ada kapal tambahan,” ujarnya. Sengaja ada kapal tambahan untuk menampung penumpang yang membeludak, sehingga tidak melebihi kapasitas.

Sementara itu, membeludaknya penumpang menjadikan KM Pantokrator harus menjauh dari Pelabuhan Samarinda sebelum waktunya. Ini untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang di kapal tersebut.

Akibat hal tersebut, ada beberapa penumpang yang terpisah dengan kerabatnya karena KM Pantrokrator sudah harus melepaskan tambatan talinya. Sebagai gantinya, penumpang yang tertinggal diangkut dengan KM Quen Soya yang masih satu operator. Sehingga penumpang tidak perlu membeli tiket lagi jika sudah mempunyai tiket dari KM Pantokrator. (*)

Facebook Comments Box

Related posts