Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
DPRD KALTIM

Reza Fachlevi Sosialisasikan Ketahanan Keluarga di Samboja

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi saat sosalisasi Perda Pembangunan Ketahanan Keluarga di Keluarahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Sabtu (28/3/2026).

Kompak.id, Tenggarong – Upaya memperkuat peran keluarga terus dilakukan DPRD Kalimantan Timur melalui kegiatan sosialisasi peraturan daerah. Kali ini, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosper) di Handil Baru, Kecamatan Samboja, Sabtu (28/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Sosialisasi turut menghadirkan praktisi hipnoterapi, Endro S Efendi, sebagai pemateri.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga, khususnya kalangan ibu rumah tangga yang mengikuti jalannya acara dengan penuh perhatian.

Reza Fachlevi, kader Partai Gerindra, menegaskan bahwa regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam membangun keluarga yang kuat dan berdaya.

Menurutnya, ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup kemampuan menghadapi dinamika kehidupan serta mengoptimalkan potensi setiap anggota keluarga.

“Melalui perda ini, masyarakat diharapkan memiliki panduan dalam membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ruang lingkup kebijakan tersebut meliputi penguatan komunikasi dalam keluarga, peningkatan kesejahteraan ekonomi, pengasuhan dan pendidikan anak, hingga perlindungan kesehatan fisik dan mental.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya hubungan emosional yang sehat dalam keluarga, yang dibangun melalui keterbukaan, kejujuran, serta sikap saling menghargai.

Di sisi lain, aspek ekonomi juga menjadi bagian penting dalam ketahanan keluarga. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan keterampilan dan kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya secara mandiri.

Sementara itu, Endro S Efendi menggarisbawahi bahwa peran orang tua sangat menentukan dalam proses tumbuh kembang anak. Ia menilai, pendekatan sederhana seperti mengenalkan anak pada lingkungan alam dapat menjadi metode efektif dalam mendukung perkembangan mereka.

“Interaksi sederhana seperti bercocok tanam dapat merangsang kemampuan motorik sekaligus membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, keluarga perlu memiliki ketahanan yang kuat agar mampu menyaring dampak negatif sekaligus memanfaatkan sisi positif dari kemajuan tersebut. (*)

Related posts