Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
BERITA UTAMA PENDIDIKAN

IPPRISIA Kaltim Dukung Penguatan Pendidikan Inklusif di Sekolah Rakyat Samarinda

Kompak.id, Samarinda — Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda dalam wujud dukungan terhadap penguatan pendidikan inklusif dan berkelanjutan di Kota Samarinda. Kegiatan berlangsung di aula sekolah di Jalan Untung Suropati No. 43, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, yang saat ini memanfaatkan fasilitas Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Rabu (4/2/2026).

Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, asrama, konsumsi, hingga perlengkapan belajar seperti seragam, alat tulis, dan laptop. Peserta didik berasal dari keluarga desil 1 dan 2 yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.

Ketua IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, mengatakan pihaknya menghadirkan Program SAPA (Sahabat Aksi Peduli Anak) sebagai penguat proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.

“Program ini tidak menggantikan peran guru, tetapi menjadi penguat melalui pendampingan belajar, bimbingan tugas sekolah, serta penguatan karakter dan motivasi anak dengan pendekatan yang humanis dan ramah anak,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, IPPRISIA juga menghadirkan Master Trainer Endro S. Efendi yang menawarkan pendampingan mental dan penguatan kesadaran diri bagi guru, wali asuh, tenaga kependidikan, serta siswa. Pendampingan ini menekankan kesiapan mental pendidik, penguatan resiliensi, dan kesadaran penuh dalam mendidik anak.

“Metode yang digunakan menggabungkan pembelajaran, pelatihan, dan permainan edukatif agar proses pendidikan berlangsung lebih menyenangkan dan bermakna,” jelas Endro.

Selain itu, IPPRISIA Kaltim turut menyiapkan program pendampingan kewirausahaan bagi siswa dan guru sebagai bekal kemandirian di masa depan. Pendamping UMKM IPPRISIA Kaltim, Taufiq, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terlibat aktif.

“Kami siap memberikan dukungan dan pendampingan secara berkelanjutan agar tumbuh jiwa usaha, kemandirian, serta keterampilan dasar berwirausaha yang aplikatif,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2PA Kota Samarinda Sahidin, Kepala UPTD PPA Kota Samarinda Violeta, serta perwakilan Unit PPA Polresta Samarinda Okky, yang menyampaikan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi.

“Kami siap mendukung keberadaan dan keberlanjutan Sekolah Rakyat, khususnya dalam aspek perlindungan anak dan penciptaan lingkungan pendidikan yang aman,” papar Okky.

Kepala SRT 57 Samarinda, Pahrijal, S.Pd, menyambut positif kunjungan dan program IPPRISIA Kaltim tersebut. Ia menyebut akan menindaklanjuti inisiatif ini melalui kerja sama program yang saling mendukung.

“Terutama dalam penguatan kapasitas pendidik, pendampingan murid, serta pembentukan karakter dan kemandirian anak,” terangnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda mulai beroperasi pada September 2025 dan diresmikan sebagai bagian dari 166 Sekolah Rakyat di Indonesia pada Januari 2026. Dengan konsep sekolah berasrama gratis, didukung tujuh gedung, fasilitas laboratorium, serta perangkat pembelajaran berbasis teknologi, sekolah ini diharapkan mampu menghadirkan pendidikan berkualitas setara sekolah unggulan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan. (Ain)

Related posts