Kompak.id, Samarinda – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menegaskan bahwa program pengembangan desa wisata yang akan dimulai pada 2026 dirancang selaras dengan arah kebijakan Jospol Pemprov Kaltim. Program ini diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi lokal sekaligus sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata dipilih karena efektivitasnya dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Ia menyebut strategi ini sejalan dengan fokus Jospol yang menekankan optimalisasi sektor lokal sebagai basis pembangunan.
“Desa wisata bukan hanya soal alam dan budaya. Ketika desa tumbuh menjadi destinasi, UMKM bergerak dan ekonomi masyarakat meningkat,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Ririn juga menegaskan bahwa pariwisata memiliki potensi besar sebagai penyumbang PAD, terutama melalui aktivitas ekonomi seperti kuliner, kerajinan, homestay, dan layanan wisata.
Menurutnya, penguatan desa wisata akan memperluas sumber pendapatan daerah tanpa bergantung pada sektor ekstraktif.
“Pariwisata adalah sektor yang cepat menciptakan nilai ekonomi. Jika ekosistemnya ditata, kontribusinya terhadap PAD akan signifikan,” katanya.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Dispar Kaltim menekankan pentingnya kolaborasi dengan dinas pariwisata kabupaten/kota.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan daerah sangat penting agar pengembangan desa wisata berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Program desa wisata 2026 diharapkan menjadi pilar penguatan ekonomi kreatif Kaltim, sekaligus mendorong terwujudnya desa mandiri dan berdaya saing tinggi sesuai mandat Jospol yang menempatkan potensi lokal sebagai motor utama pembangunan daerah. (Adv/Diskominfo Kaltim)
