Kompak.id, Samarinda – Bisnis pengelolaan participating interest (PI) masih menjadi sumber utama pendapatan PT MMP Kaltim. Sekitar 80 persen pendapatan perusahaan berasal dari sektor ini, sementara sisanya dari lini usaha non-PI.
Direktur Utama MMP Kaltim, Edy Kurniawan, menyebut pengelolaan PI menjadi instrumen strategis bagi daerah untuk ikut menikmati nilai tambah dari kegiatan hulu migas.
“PI ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga tentang bagaimana daerah mendapatkan manfaat langsung dari sumber daya alamnya,” ujar Edy, Sabtu (6/9/2025).
Ia menjelaskan, melalui anak perusahaan seperti MMP Kutai Mahakam dan MPP Sanga-Sanga, MMP Kaltim terlibat langsung dalam pengelolaan PI 10 persen di beberapa wilayah kerja migas utama di Kaltim.
Keterlibatan ini memungkinkan perusahaan memperoleh bagian pendapatan dari produksi migas tanpa harus menanggung seluruh risiko eksplorasi.
Edy menegaskan, dengan tata kelola yang semakin kuat, pengelolaan PI MMP Kaltim juga semakin transparan dan akuntabel.
“Kami pastikan setiap rupiah dari PI bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” katanya.
Selain PI, MMP Kaltim juga terus mengembangkan bisnis non-PI untuk memperkuat struktur pendapatan jangka panjang.
