Kompak.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam pemerataan distribusi guru ke seluruh wilayah, termasuk daerah pesisir dan pedalaman seperti Mahakam Ulu (Mahulu). Langkah ini dianggap krusial agar akses pendidikan bisa setara bagi seluruh anak di Kaltim.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyebut distribusi tenaga pengajar masih timpang antara wilayah perkotaan dan terpencil.
“Banyak guru tidak merata distribusinya. Kami punya komitmen kuat untuk pemerataan dari Samarinda sampai Mahulu, dari pesisir sampai pedalaman. Standarnya harus sama,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah guru di Mahakam Ulu relatif kecil dibanding kabupaten/kota lain. Berdasarkan data resmi, total guru di Mahakam Ulu hanya sekitar 129 guru. Sementara di kota besar seperti Samarinda tercatat lebih dari 2.800 guru.
Kesenjangan semacam ini mencerminkan tantangan besar dalam menjamin pemerataan kualitas pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim pernah menyampaikan bahwa dari total guru di Kaltim, sebanyak 12.700 guru telah mengikuti program sertifikasi profesi pada 2025, sebuah capaian terbesar sepanjang sejarah di provinsi ini. Namun distribusi guru bersertifikasi dan total guru tetap berkonsentrasi di wilayah perkotaan.
Rudy menegaskan bahwa pemerataan tenaga pendidik merupakan jalan penting agar setiap anak di Kaltim mendapat layanan pendidikan yang layak.
“Semua anak punya hak yang sama untuk dididik oleh guru berkualitas,” katanya.
Pemerataan juga dianggap sebagai kunci untuk membuka kesempatan dan memutus mata rantai kemiskinan di daerah.
“Kalau ingin pendidikan baik, kualitas guru juga harus baik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari komitmen ini, Pemprov Kaltim berencana menyusun standardisasi guru, termasuk pelatihan berkelanjutan dan penempatan strategis sesuai kebutuhan wilayah pedalaman. Jika diimplementasikan dengan serius, inisiatif ini dapat membantu mengurangi kesenjangan pendidikan antara kota dan pedalaman di Kalimantan Timur, serta memberi kesempatan lebih adil bagi anak-anak di daerah terpencil untuk mendapatkan pendidikan bermutu. (Adv/Ain/Diskominfo Kaltim)
