Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DISKOMINFO KALTIM

Kutai Barat Disiapkan Jadi Sentra Hilirisasi Karet Kaltim, Jospol Jadi Penopang Ekonomi Baru

Kompak.id, Kutai Barat — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menempatkan Kutai Barat (Kubar) sebagai motor utama hilirisasi karet dalam dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO). Langkah ini menjadi kunci restrukturisasi ekonomi Kaltim menuju sektor non-tambang, sekaligus menguatkan komitmen Pemprov Kaltim untuk membangun fondasi ekonomi baru berbasis perkebunan dan industri bernilai tambah.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, menyebut Kubar dinilai paling potensial karena memiliki perkebunan karet terbesar di Kaltim dengan berdasarkan data statistik perkebunan daerah, luas lahan karet di Kaltim mencapai lebih dari 90.000 hektare, dan sekitar sepertiganya berada di Kutai Barat dengan produksi ribuan ton getah karet setiap tahun.

“Namun, selama ini produk karet mayoritas hanya dijual dalam bentuk bahan mentah (bokar), sementara nilai tambah berada di luar daerah akibat minimnya fasilitas pengolahan industri,” ungkap Rudy, Rabu (26/11/2025).

Rudy berujar, Melalui IPRO Pihaknya menargetkan pembangunan pabrik crumb rubber sebagai pusat industri karet di Kubar. Hadirnya pabrik ini akan mengubah posisi petani dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi bagian rantai industri, memperoleh akses pelatihan pengolahan, standar mutu, hingga skema harga yang lebih adil.

Ia menegaskan pabrik tersebut akan membuka lapangan kerja baru dan menciptakan ekonomi perkebunan yang lebih inklusif.

“Nilai tambah harus dinikmati masyarakat setempat, bukan hilang ke luar daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, rencana ini juga terintegrasi dengan program Jaring Sosial dan Politik (Jospol) untuk memastikan hilirisasi ini berjalan paralel dengan teknologi, investasi, hingga kesejahteraan petani.

Jospol Kata Rudy, berperan memperkuat regulasi dan ekosistem hilirisasi mulai dari dukungan teknologi industri, kemitraan pemerintah–swasta, program vokasi untuk pekerja industri karet, hingga dorongan investasi melalui skema kemudahan perizinan. Jospol juga mendorong perlindungan harga perkebunan rakyat dengan memperkuat koperasi dan kesepakatan offtake antara petani dan industri pengolahan.

“Jika hilirisasi karet Kubar terealisasi sesuai IPRO dan diperkuat Jospol, Kaltim akan memiliki sektor agro-industri baru yang sanggup menyeimbangkan dominasi tambang,” tutupnya. (Adv/Ain/Diskominfo Kaltim)

Related posts