Kompak.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempercepat langkah pembangunan kolam renang berstandar internasional sebagai respons atas lemahnya fasilitas pendukung pembinaan atlet di daerah. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan kebutuhan fasilitas tersebut sudah tidak bisa ditunda lagi mengingat cabang olahraga renang selama ini menjadi salah satu penyumbang medali bagi Kaltim, tetapi belum pernah mendapatkan sarana latihan yang memadai.
“Target peningkatan prestasi mustahil dicapai apabila atlet masih berlatih di fasilitas yang tidak dirancang sesuai standar,” Sabtu (29/11/2025).
Rudy menyebut bahwa kondisi saat ini memperlihatkan adanya ketidakseimbangan antara ambisi prestasi dan kesiapan infrastruktur. Atlet renang Kaltim harus menyesuaikan pola latihan dengan keterbatasan fasilitas, sehingga berdampak pada konsistensi dan kualitas latihan.
“Kalau kita ingin melahirkan atlet hebat, fasilitasnya juga harus hebat. Selama ini kita berjuang di atas keterbatasan. Itu sebabnya pembangunan kolam renang berstandar internasional ini harus kita percepat,” ujar Rudy.
Ia menambahkan bahwa Pemprov ingin memastikan pembinaan atlet berjalan berkesinambungan dan tidak lagi bergantung pada fasilitas seadanya.
Kawasan Gelora Kadrie Oening (GKO) Sempaja ditetapkan sebagai lokasi pembangunan karena memiliki konektivitas yang baik dengan pusat pelatihan lainnya serta berdekatan dengan Hotel Atlet.
Ia menjelaskan bahwa pemusatan fasilitas olahraga di satu area strategis diyakini dapat meningkatkan efektivitas pembinaan. Selain itu, rancangan kolam renang yang tengah disusun juga diarahkan agar memenuhi standar venue kejuaraan nasional bahkan internasional.
“Kita tidak hanya membangun untuk kebutuhan latihan, tetapi juga agar Kaltim bisa menjadi tuan rumah event besar. Ini investasi untuk jangka panjang,” tegasnya.
Rudy berujar, Pihaknya memastikan bahwa fasilitas ini nantinya tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dengan pengaturan jadwal yang tidak mengganggu program latihan atlet.
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur olahraga bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga membangun budaya hidup sehat bagi warga. Saat ini penyusunan perencanaan teknis dan skema penganggaran sedang berlangsung, dengan penekanan agar pembangunan dapat dimulai tanpa mengganggu prioritas lain.
“Pemerintah optimistis bahwa hadirnya fasilitas ini akan memberikan dorongan signifikan bagi kualitas pembinaan atlet Kaltim dan membuka peluang prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” pungkasnya. (Adv/Ain/Diskominfo Kaltim)
