Kompak.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan bahwa program insentif bagi tenaga pendidik non-ASN akan tetap menjadi prioritas sampai berakhirnya masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Rudy Mas’ud–Seno Aji pada 2030. Penegasan ini menjadi jawaban atas kekhawatiran sejumlah guru non-ASN mengenai keberlanjutan kebijakan setelah tahun anggaran 2025.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar janji kampanye, tetapi bentuk tanggung jawab moral terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di tingkat pendidikan dasar. Meski pengelolaan pendidikan dasar menjadi kewenangan kabupaten/kota, Pemprov Kaltim tetap mengambil peran langsung sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
“Tidak perlu ada keraguan. Selama kami memegang amanah hingga 2030, bantuan insentif bagi guru non-ASN akan terus kami salurkan,” tegasnya Selasa (25/11/2025).
Menurut Rudy, penguatan kesejahteraan guru tidak boleh berhenti pada tahun tertentu, khususnya ketika sebagian besar guru non-ASN masih menerima penghasilan relatif rendah meski memiliki beban kerja yang sama dengan guru ASN.
Pemprov Kaltim menyebut program ini sebagai langkah memperbaiki ketimpangan kesejahteraan tenaga pendidik, terutama di lembaga-lembaga pendidikan yang tak sepenuhnya ditopang anggaran pusat maupun daerah.
“Guru PAUD, TK, SD, SMP, termasuk tenaga pengajar di lembaga pendidikan keagamaan, masih menjadi kelompok yang rentan dari sisi pendapatan,” terangnya.
Rudy turut memberi sinyal bahwa insentif ini tidak hanya akan dilanjutkan, tetapi berpotensi diperkuat dalam bentuk pengembangan program kesejahteraan lain untuk tenaga pendidik non-ASN. Menurutnya, keberpihakan pada guru merupakan cara membangun pondasi masa depan Kaltim yang unggul.
Ia berharap dukungan publik terus mengalir agar program ini membawa manfaat maksimal bagi dunia pendidikan Kaltim hingga 2030.
“Sumber daya manusia yang baik tidak lahir dari kebijakan pendidikan yang setengah-setengah. Kualitas guru menentukan masa depan kita,” tutup Rudy. (Adv/Ain/Diskominfo Kaltim)
