Kompak.id | Komunikatif, Profesional & Kredibel
ADVERTORIAL DISKOMINFO KALTIM

Insentif Guru Honorer Ditargetkan Rp1 Juta per Bulan, Kaltim Siapkan Tambahan Daerah

Kompak.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer melalui penambahan insentif daerah yang ditargetkan mencapai Rp1 juta per bulan.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyebut Kebijakan ini diambil untuk memperhatikan nasib seluruh tenaga pengajar di Kaltim terutama bagi mereka yang berstatus tenaga pendidik non-ASN.

“Pertama, doakan kami selalu sehat dan diberi kekuatan. Mudah-mudahan kemampuan APBD Kaltim selalu siap men-support semuanya, terutama guru-guru kita. Karena guru ini pahlawan tanpa tanda jasa. Pahlawan sepanjang masa,” ujar Rudy, Kamis (27/11/2025).

Rudy menegaskan bahwa upaya tersebut bukan semata kebijakan teknis, melainkan bentuk penghargaan kepada tenaga pendidik yang selama ini bekerja tanpa jaminan penghasilan layak. Menurutnya, insentif daerah akan diberikan secara bertahap, mengikuti kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saat ini masih Rp500 ribu sebagai permulaan. Nanti kalau APBD kita cukup, insyaallah bisa kita naikkan sampai Rp1 juta per bulan. Mohon doanya,” katanya.

Kebijakan daerah ini akan menjadi pelengkap insentif yang diberikan pemerintah pusat. Saat ini, guru honorer di Indonesia menerima insentif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp300.000 per bulan, dan pemerintah pusat telah menetapkan rencana kenaikan menjadi Rp400.000 per bulan pada 2026. Jika kebijakan Kaltim terealisasi sesuai target, maka insentif gabungan antara pusat dan daerah dapat mencapai sekitar Rp1,4 juta per bulan bagi guru honorer di Kaltim.

Rudy menilai langkah tersebut merupakan amanat moral terhadap profesi pendidik yang menjadi benteng karakter generasi Kaltim.

“Mereka garda terdepan. Karena merekalah kita ini bisa berdiri sampai hari ini,” tutupnya.

Kebijakan tambahan insentif ini diperkirakan akan berdampak signifikan bagi guru di wilayah pesisir dan pedalaman yang selama ini terhambat akses dan beban transportasi. Dengan realisasi skema gabungan insentif pusat dan daerah, Kaltim diharapkan menjadi salah satu provinsi yang memberikan penghargaan tertinggi kepada guru honorer di Indonesia, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Related posts