Kompak.id, Samarinda – PT Migas Mandiri Pratama Kalimantan Timur (MMP Kaltim) terus memacu transformasi tata kelola dan digitalisasi sebagai bagian dari langkah strategis menuju BUMD migas yang handal di tingkat nasional. Transformasi ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan daerah tersebut untuk memperkuat daya saing di sektor energi.
Direktur Utama PT MMP Kaltim, Edy Kurniawan, menyebut transformasi ini tidak sekadar perubahan sistem, tetapi juga perubahan budaya kerja dan cara pandang dalam mengelola perusahaan.
“Kami ingin MMP Kaltim menjadi BUMD migas yang modern, profesional, dan berorientasi kinerja. Karena itu, transformasi tata kelola dan digitalisasi menjadi kunci utama,” ujar Edy Kurniawan, Jumat (1/8/2025).
Menurut Edy, selama ini BUMD sering dihadapkan pada stigma negatif, terutama terkait tata kelola yang lemah dan kurang transparan. Kondisi inilah yang ingin diubah secara menyeluruh oleh manajemen MMP Kaltim saat ini.
Ia menjelaskan bahwa sejak 2020, MMP Kaltim mulai menata ulang sistem manajemen perusahaan melalui penerapan standar internasional, termasuk ISO di bidang mutu, keselamatan kerja, dan lingkungan.
Transformasi tersebut, lanjut Edy, telah berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja perusahaan, baik dari sisi operasional, keuangan, maupun kepercayaan pemangku kepentingan.
Dengan tata kelola yang lebih baik, MMP Kaltim juga lebih siap menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak di sektor migas, baik di hulu maupun hilir.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola MMP Kaltim benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi daerah dan masyarakat Kalimantan Timur,” tegas Edy.
