Kompak.id, Samarinda – Momentum hari jadi ke-28 SMA Negeri 10 Samarinda tahun ini terasa berbeda dan penuh makna. Melalui Ikatan Alumni SMA Negeri 10 Samarinda (IKASADA), para alumni “pulang ke rumah” bukan sekadar untuk bernostalgia, melainkan untuk berbagi kepedulian melalui aksi bakti sosial yang digelar di Kampus A SMA 10 Samarinda, Sabtu (20/12/2025).
Sejak pukul 08.00 WITA, suasana sekolah tampak ramai oleh warga sekitar. Mereka antusias memanfaatkan berbagai layanan kesehatan gratis yang disediakan, mulai dari pemeriksaan gigi, pemeriksaan kesehatan umum, hingga agenda utama yang paling dinanti: sunat massal.
Ketua IKASADA, Aditya Nova, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata para alumni bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.
“Kami menyediakan kuota untuk 100 peserta sunat massal. Antusiasmenya luar biasa, pendaftar mencapai 140 orang namun terpaksa kami batasi agar layanan tetap maksimal. Alhamdulillah, tingkat kehadiran mencapai 95 persen,” ujar Aditya.

Menariknya, IKASADA sengaja memilih metode sunat konvensional. Menurut Aditya, pemilihan metode ini bertujuan agar bantuan benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan secara ekonomi.
Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian solidnya jaringan alumni SMA 10 Samarinda. Puluhan tenaga medis yang turun tangan merupakan alumni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan pertama hingga angkatan ke-26.
Sederet nama profesional terlibat, seperti dr. Andi Muhammad Ardan, seorang dokter spesialis bedah plastik yang merupakan alumni angkatan pertama. Tak hanya dokter spesialis dan umum, para mahasiswa kedokteran, perawat, bidan, hingga ahli gizi yang merupakan lulusan sekolah ini pun turut bahu-membahu melayani warga.
Meski menelan anggaran sekitar Rp50 juta, biaya tersebut berhasil ditekan berkat semangat kerelawanan para alumni yang memberikan jasa medis mereka secara cuma-cuma.
Kehadiran Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menambah semangat para panitia. Ia memuji langkah IKASADA yang mampu menghadirkan manfaat konkret di tengah masyarakat.
“Alumni tidak hanya berbagi materi, tapi juga tenaga dan waktu. Ini adalah momentum kebangkitan kembali SMA 10 Samarinda dan bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kalimantan Timur,” kata Armin saat meninjau lokasi.
Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para orang tua. Sahrina, warga Samarinda Seberang, mengaku sangat terbantu. “Kalau sunat mandiri biayanya cukup besar. Di sini gratis dan pelayanannya sangat baik. Kami sangat berterima kasih,” tuturnya haru.
Kepala SMA 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menutup kegiatan dengan rasa bangga. Ia berharap kolaborasi lintas angkatan ini terus terjaga demi kemajuan sekolah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dengan suksesnya acara ini, IKASADA membuktikan bahwa ikatan sekolah tidak berhenti setelah lulus, melainkan terus berlanjut menjadi pengabdian yang menyentuh hati masyarakat.(Ain/OKe)
