Kompak.id, Samarinda – Program Internet Desa Gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bukan sekadar pengadaan jaringan konektivitas. Di balik pemasangan kabel, tower, dan titik satelit, program ini memegang peran penting sebagai tulang punggung pendidikan Gratispol, terutama dalam memastikan layanan pendidikan dapat diakses tanpa batas geografis, termasuk dari desa-desa terpencil.
Internet desa membuka ruang baru akses belajar berbasis digital. Masyarakat kini dapat menggunakan berbagai platform pembelajaran jarak jauh, mulai dari kelas daring perkuliahan perguruan tinggi, kursus digital, hingga pelatihan keterampilan gratis yang tersedia di berbagai aplikasi pendidikan. Keuntungan ini dirasakan langsung oleh mahasiswa penerima beasiswa Gratispol yang banyak berasal dari desa. Mereka kini tidak perlu keluar kampung hanya untuk mengirim dokumen, mengikuti bimbingan akademik, atau mengakses materi kuliah berbasis digital.
“Internet desa menjadi pintu masuk pemerataan akses pendidikan. Desa yang sudah memiliki jaringan internet dapat mengakses platform administrasi akademik, sistem data pendidikan, hingga layanan komunikasi kampus untuk mahasiswa Gratispol,” ujar Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, Sabtu (22/11/2025).
Selain untuk kebutuhan perkuliahan, Faisal menyebut internet desa juga memperkuat tata kelola pendidikan melalui digitalisasi administrasi.
Ia berujar, dengan akses internet yang baik Sekolah dan perguruan tinggi dapat melakukan pertukaran data secara daring dengan pemerintah provinsi, termasuk dalam pendataan beasiswa, laporan akademik mahasiswa, hingga proses validasi dokumen Gratispol.
“Termasuk untuk Gratispol yang sebelumnya kerap mengalami keterlambatan karena kendala jaringan,” paparnya.
Lebih lanjut, Faisal menyebut akses internet juga mempermudah perangkat desa dalam memberikan pelayanan terkait bantuan pendidikan. Warga yang ingin melakukan pengajuan dokumen, pencetakan formulir digital, atau pengiriman data kini tidak lagi harus menempuh perjalanan ke kota terdekat. Semua dapat dilakukan dari desa dengan kecepatan koneksi yang memadai.
Dari sisi pembangunan manusia, internet desa menjadi jembatan literasi digital bagi pelajar dan mahasiswa.
“Akses informasi global menjadi semakin terbuka, memberikan peluang generasi desa untuk bersaing dalam dunia akademik dan pasar kerja yang semakin berbasis teknologi,” terang Faisal.
Dengan semakin luasnya cakupan internet desa, Gratispol tidak hanya menjadi program bantuan pendidikan semata, tetapi juga transformasi sistem belajar dan administrasi yang memampukan mahasiswa dan pelajar di desa untuk tumbuh sejajar dengan mereka yang berada di kota. Internet desa kini berdiri sebagai pondasi yang memperkuat visi Kaltim dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan setara di era digital. (Adv/Ain/Diskominfo Kaltim)
